Ryu's Said

Wellcome to my Blog, please enjoy and coment

Friday, July 27, 2012

Manusia dan Harapan (Harapan Indonesia ke Depan)


Indonesia adalah negara yang memiliki banyak potensi dan kelebihan yang tidak dimiliki negara lain. Indonesia memiliki potensi seperti memilki pulau yang begitu banyak yang sehingga disebut negara kepulauan, Indonesia memiliki garis pantai kedua terbesar di dunia, Indonesia memiliki pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia (PT. Freeport), cadangan gas alam terbesar di dunia, mempunyai hutan tropis terbesar di dunia, lautan terluas di dunia, dan lainnya. Begitu banyak potensi negeri ini yang seharusnya jika dikelola dengan baik dan bijaksana maka Indonesia dapat menjadi negara terhebat di dunia.
     Namun sayangnya Indonesia sekarang ini masih belum dapat memaksimalkan semua potensi yang ada. Beberapa penyebabnya adalah seperti karena adanya korupsi , kurangnya sumber daya manusia dari Indonesia yang profesional dalam mengelola SDA, dan belum sadarnya masyarakat Indonesia terhadap potensi Indonesia  yang mungkin saja suatu saat akan hilang dan hanya akan menjadi sejarah saja.
 Memudarnya nasionalisme, sebagai akibat masalah internal dan juga dampak dari pihak eksternal atau global tidak dapat dipungkiri. Nasionalisme adalah hal yang sangat penting bagi bangsa Indonesia untuk dapat mencapai cita – cita bangsa. Nasionalisme dapat dimulai sejak dini melalui pengenalan, pemahaman dan penerapan berbagai aspek seperti sosial dan budaya.
Pemupukan rasa cinta sejak dini merupakan salah satu cara menanamkan nasionalisme melalui pengajaran dalam bidang budaya seperti permainan tradisional. Anak – anak akan meningkatkan pengetahuan mereka mengenai budaya mereka dengan cara yang menyenangkan. Alangkah baiknya dalam bidang pendidikan dari pihak sekolah pun turut membuat ekstrakulikuler yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme para penerus bangsa.
Karena itu saya sangat berharap Indonesia dapat menjadi negara yang maju dan dapat memanfaatkan segala potensi dengan maksimal dan bijaksana. Yaitu dengan masyarakat yang berkualitas dalam intelektual dan moral sehingga tidak ada yang korupsi dan peduli terhadap lingkungan. Dengan masyarakat yang sadar betapa pentingnya mengelola potensi yang ada  di Indonesia ini jika semua bertekad satu untuk memajukan Indonesia maka tidak ada yang tidak mungkin. Secara perlahan tapi pasti Indonesia akan dapat benar – benar menjunjung kebenaran yang akan menghilangkan korupsi dan segala oknum yang tidak bertanggung jawab dalam merusak Indonesia sehingga tercipta negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur seperti cita – cita Indonesia yang tertera dalam pembukaan UUD 1945. Sehingga harapan untuk membuat Indonesia menjadi negara yang maju ini dapat terwujud.

Saturday, May 12, 2012

Macam - Macam Keadilan

Berbagai Macam Keadilan


1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.

2. Keadilan distributive
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).

3. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat
Menurut saya keadilan memang tidak mudah untuk didapat walau sudah begitu banyak lembaga atau pihak yang menangani masalah keadilan dalam suatu negara. Keadilan legal atau keadilan moral yang saya tanggap dari teori plato bahwa setiap orang memiliki sifat dasar atau keahlian yang berbeda – beda dan suatu masyarakat akan dikatakan masyarakat yang adil maka masyarakat itu setuap orangnya harus bekerja sesuai dengan sifat dasarnya atau keahlian orang tersebut sehingga jika semua melakukan pekerjaan yang cocok untuk keahliannya tersebut maka terbentuklah suatu keadilan.
Saya setuju dengan teori Aristoteles, bahwa bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama. Tetapi setiap orang yang akan dibandingkan harus memiliki posisi ataukeadaan yang sama, seperti dalam sebuah keluarga maka seorang ibu harus adil terhadap anak – anaknya yang mempunyai kedudukan yang sama dalam keluarga tersebut.
Dengan keadilan maka pasti akan tercipta ketertiban dan kesejahteraan. Karena semua orang telah melaksanakan tanggung jawabnya masing – masing dengan baik dan seharusnya sehingga mereka semua mendapatkan haknya. Jika semua itu telah terjadi maka akan timbul rasa sejahtera dalam masyarakat tersebut karena semua sudah sesuai pada tempatnya masing – masing.
Suber sebagai referensi : http://irfanarifprasetyo.blogspot.com/2011/03/macam-macam-keadilan.html

Teori renungan

Teori renungan untuk menciptakan karya seni, antara lain :
  1. Teori Pengungkapan  :  Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris;
  2. Teori Metafisik   :   Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya;
  3. Teori Psikologis   :    Salah satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Seni merupakan semacam permainan y menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.
Menurut saya karya seni adalah suatu karya yang tercipta atas suatu perasaan atau keinginan yang dituangkan ke dalam suatu media sehingga tercipta suatu karya seni. Suatu karya seni memiliki arti atau makna yang berbeda pada setiap karya, bahkan dalam satu karya seni akan memiliki beberapa makna yang berbeda jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda atau dari orang yang melihatnya. Melalui seni maka orang akan meluapkan segala perasaan yang terpendam dalam hatinya sehingga seni dapat menyeimbangkan perasaan atau mental seseorang. Dengan seni maka kita dapat menuangkan perasaan yang belum tentu dapat kita ungkapkan hanya dengan penjelasan kata logis tentang apa yang kita rasakan. Seni dapat menjadi inspirasi untuk orang lain bahkan dapat membuat orang lain terhibur.
Seni dapat membuat kita merenungkan berbagai hal. Seperti ketika mendengarkan musik atau lagu yang dapat membuat kita terhanyut dan membuat kita merenungkan kehidupan pribadi atau kehidupan orang lain. Dengan seni kita dapat menyadarkan orang lain tentang berbagai hal dari menyadarkan apa itu sebenarnya keindahan atapun menyadarkan apa yang telah dilakukan manusia selama ini. Dengan seni maka kita lebih mudah menyampaikan pikiran atau ide atau perasaan yang sedang kita rasakan sehingga dapat menjadi renungan kita atau orang lain.

PHOBIA

Phobia merupakan suatu ketakutan yang berlebihan pada suatu hal tertentu. Tidak semua orang mempunyai phobia tetapi pada kenyataannya memang banyak orang yang mempunyai phobia yang sederhana hingga yang kompleks. Phobia sederhana pada seseorang masih terbilang wajar karena masih terdapat alasan logis untuk takut akan hal tersebut seperti phobia ketinggian ataupun phobia terhadap binatang tertentu.
Jika kita ambil contoh phobia ketinggian maka itu merupakan ketakutan berlebihan pada ketinggian yang masih dapat dijelaskan secara logis, misal karena ketinggian yang cukup tinggi seseorang pun wajar jika merasa rasa keamanan akan dirinya atau keselamatannya terancam atau mereka baerada diposisi yang berbahaya, karena jika dari tempat mereka berada yang berada di ketinggian yang cukup tinggi tersebut mereka terjatuh maka keselamatan mereka akan terancam dan keselamatan mereka pun dalam bahaya. Sehingga phobia dalam tahap ini masih terbilang wajar karena hampir semua orang pasti akan merasakan hal yang sama.
Phobia sosial berada diatas phobia sederhana dimana contoh dari phobia ini adalah phobia jadi pusat perhatian. Orang yang memiliki phobia ini akan bersikap agar tidak menarik perhatian orang bahkan berpenampilan yang tertutup atau sederhana agar tidak menjadi pusat perhatian orang. Maka penderita phobia ini akan mengalami masalah dalam bersosialisasi dengan sekitarnya.
Phobia kompleks seperti phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka misalnya di kendaraan umum/mall. Orang yang memiliki phobia ini senang menghindari tempat-tempat ramai karena mereka takut ketika orang banyak melihat dirinya ataupun menghindari bunyi bising dari sekitarnya yang dapat membuatnya panik berlebihan, terkadang jika penderita phobia ini sudah parah maka penderita phobia ini dapat merasa sesak dan pingsan. Penderita phobia ini akan lebih senang menyendiri ditempat yang tidak ramai dan bahkan akan jarang keluar rumah karena menghindari tempat ramai yang banyak akan orang.
Phobia diatas dapat terjadi karena banyak alasan yang setiap orang akan memiliki alasan yang berbeda. Misal disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Perlu kita ketahui bahwa phobia sering disebabkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan budaya.
Perubahan-perubahan yang terjadi diberbagai bidang sering tidak seiring dengan laju perubahan yang terjadi di masyarakat, seperti dinamika dan mobilisasi sosial yang sangat cepat naiknya, antara lain pengaruh pembangunan dalam segala bidang dan pengaruh modernisasi, globalisasi, serta kemajuan dalam era informasi. Dalam kenyataannya perubahan-perubahan yang terjadi ini masih terlalu sedikit menjamah anak-anak sampai remaja. Seharusnya kualitas perubahan anak-anak melalui proses bertumbuh dan berkembangnya harus diperhatikan sejak dini khususnya ketika masih dalam periode pembentukan (formative period) tipe kepribadian dasar (basic personality type). Ini untuk memperoleh generasi penerus yang berkualitas.

Cara mengatasi phobia dapat diatasi dengan terapi berbicara. Perawatan ini seringkali efektif untuk mengatasi berbagai phobia. Jenis terapi bicara yang bisa digunakan adalah Konseling yaitu konselor biasanya akan mendengarkan permasalahan seseorang, seperti ketakutannya saat berhadapan dengan barang atau situasi yang membuatnya phobia. Setelah itu konselor akan memberikan cara untuk mengatasinya. Psikoterapi yaitu seorang psikoterapis akan menggunakan pendekatan secara mendalam untuk menemukan penyebabnya dan memberi saran bagaimana cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioural Therapy/CBT) yaitu suatu konseling yang akan menggali pikiran, perasaan dan perilaku seseorang dalam rangka mengembangkan cara-cara praktif yang efektif untuk melawan phobia.
Ataupun dengan terapi pemaparan diri (Desensitisation). Orang yang mengalami phobia sederhana bisa diobati dengan menggunakan bentuk terapi perilaku yang dikenal dengan terapi pemaparan diri. Terapi ini dilakukan secara bertahap selama periode waktu tertentu dengan melibatkan objek atau situasi yang membuatnya takut. Secara perlahan-lahan seseorang akan mulai merasa tidak cemas atau takut lagi terhadap hal tersebut. Kadang-kadang dikombinasikan dengan pengobatan dan terapi perilaku.

Monday, April 2, 2012

Pengertian Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta :
cinta adalah rasa sangat suka, sayang, ataupun sangat tertarik hatinya.  Pengertian cinta menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta; Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang.

Cinta menurut Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki tiga unsur, yaitu :
1. Keterikatan (Cinta Setia)
2. Keintiman (Cinta Saudara)
3. Kemesraan (Cinta Rayuan)

Cinta memiliki tiga tingkatan: tinggi (Allah dan Rasulnya dan berjihad di jalan Allah), menengah (orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat) dan rendah (keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal). Tingkatan cinta tersebut di atas adalah berdasarkan firman Allah dalam surat At Taubah ayat 24 artinya sebagai berikut :
“katakanlah: jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasulnya dan berjihad dijalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”..
Cinta tingkat rendah adalah cinta yang paling keji , hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta rendahan, bentuknya beraneka ragam
misalnya :
1. Cinta kepada thagut (syetan), selain Allah, dalam surat Al Baqarah: orang- orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah;
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu;
3. Cinta lebih mengutamakan kecintaan kepada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tempat tinggal.
Hikmah cinta adalah sangat besar, hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah :
1. Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam  kehidupan manusia, karena setiap cinta mengalami berbagai macam rintangan;
2. Bahwa fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan  pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan lingkungan;
3. Bahwa fenomena cinta merupakan faktor utama di dalam kelanjutan hidup manusia;
4. Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan pengikat yang paling kuat di dalam  hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat, mengasihi sesama mahluk menegakkan keamanan, ketentraman dan keselamatan sesama.